IMAKTA kembali menyelenggarakan kegiatan Kunjungan Kerja Perusahaan (KKP) 2026 melalui kunjungan ke Otoritas Jasa Keuangan pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Pengawasan Sektor Perbankan” sebagai bentuk pembelajaran langsung mengenai sistem pengawasan jasa keuangan di Indonesia, khususnya pada industri perbankan yang terus berkembang di era digital.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai peran OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, termasuk dalam melakukan pengawasan terhadap bank digital dan bank swasta. Selain sesi pemaparan materi, peserta juga mengikuti diskusi interaktif yang membahas tantangan industri perbankan di tengah perkembangan teknologi finansial dan transformasi digital.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Dean Septian selaku Bank Supervisor dan Rizzantia Affiatilatifah Setiyo Budi selaku Asistant Manager yang memberikan wawasan mengenai mekanisme pengawasan sektor perbankan serta dinamika yang dihadapi industri jasa keuangan saat ini.
Tema “Pengawasan Sektor Perbankan” dipilih karena sektor perbankan memiliki peranan penting dalam mendukung kestabilan ekonomi nasional. Seiring meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital, pengawasan yang efektif menjadi salah satu faktor utama dalam meminimalisasi risiko dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.
Kunjungan ke OJK dinilai sangat relevan dengan tema yang diangkat karena OJK merupakan lembaga yang memiliki kewenangan dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan di Indonesia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memperoleh gambaran secara langsung mengenai implementasi pengawasan perbankan serta memahami tantangan yang muncul dalam pengawasan industri keuangan modern.
Selain memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas, kegiatan KKP 2026 juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia profesional secara lebih dekat serta memahami penerapan regulasi dalam praktik kerja nyata. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan peserta mengenai sektor jasa keuangan dan membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi tantangan karier di masa mendatang.
Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai sarana pengembangan pengetahuan dan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam memahami dinamika industri keuangan dan dunia profesional secara lebih luas.

